Siapa yang Berbuat, Siapa Bertanggung Jawab

Seorang klien pernah datang ke saya, mungkin dia bermasalah dengan lawyer yang sebelumnya. Dia bilang, bahwa dia ditipu oleh oknum lawyer tersebut.

“Pak sebenarnya saya sudah tidak percaya sama lawyer pak.” Kata dia dengan datar.

“Kalau begitu obrolan kita tidak perlu dilanjut ya bu. Saya ini lawyer, buat apa saya ngomong panjang lebar kalau ibu tidak percaya saya.” Jawab saya.

“Bukan begitu pak. Saya habis ditipu oleh lawyer saya pak. Uang saya sudah habis, tapi perkara tidak selesai.”

“Ditipu seperti apa bu?”

“Kemarin saya ada perkara pak. Kata lawyer saya itu, dia bisa urus sampai selesai, dia minta sekian juta pak. Tapi ternyata hasil nya tidak sesuai yang dijanjikan pak. Tolong saya pak.”

“Saya turun prihatin atas masalah ibu. Sebagai lawyer saya minta maaf atas perbuatan rekan saya yang merugikan ibu.”

“Bapak harus tolong saya. Saya sudah tidak ada uang untuk melanjutkan perkara ini.”

“Maaf bu, tapi ibu belum memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan hukum dari kami.”

“Tapi kan saya sudah tidak punya uang pak. Lagian yang nipu saya itu teman nya bapak.”

“Maaf bu, bukan teman saya, Cuma rekan sejawat. Saya juga tidak tahu apakah dia lawyer benaran atau hanya ngaku-ngaku. Saya juga tidak kenal dengan orang yang ibu maksud.”

“Sebagai sesama lawyer bapak tentunya punya tanggung jawab moral atas kelakuan rekan sejawat bapak.”

“Gak gitu konsep nya bu. Siapa yang berbuat dia yang bertanggung jawab. Kecuali yang menipu ibu adalah lawyer dari kantor kami. Saran saya, ibu laporkan saja lawyer ibu ke organisasi advokat dan tempuh upaya hukum jika ibu merasa dirugikan.”

Sering kejadian seperti ini. Memang banyak lawyer-lawyer “nakal” di luar sana. Mereka yang berbuat tapi lawyer lain jadi kebawa-bawa. Dan sayang nya klien pun merasa lawyer lain ikut bertanggung jawab terkait hal ini. Saya selalu memberikan pesan kepada klien bahwa jangan pernah percaya pada lawyer yang memberikan jaminan kemenangan.


Comments

2 responses to “Siapa yang Berbuat, Siapa Bertanggung Jawab”

  1. Sering ketemu calon model ginikah, pak?

    1. ada beberapa kak. Bahkan teman saya pernah bete ke saya, karena teman nya dia “kena tipu” oknum pengacara. Padahal teman nya juga saya tidak kenal dan oknum nya juga saya tidak kenal, tapi yang disensiin malah saya. Hehehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *