Lawyer Jangan Hard Feeling

Sekeras apa pun perdebatan saya dengan lawyer lawan di dalam ruang sidang atau ruang diskusi, tapi di luar saya akan sapa dia, jabat tangannya dan mengobrol santai sebagai seorang kawan. Mungkin terlihat aneh, dan pasti banyak yang bilang, “berarti selama ini palsu dong.”

Jadi gini, sesama lawyer atau advokat atau pengacara apalah nama nya, berdasarkan UU Advokat, disebut sebagai rekan sejawat. Ideal nya lawyer tidak perlu membawa permasalahan hukum klien kita ke sengketa pribadi antar sesama lawyer.

Namun ada juga tipe klien yang tidak senang jika lawyer nya terlihat akrab dengan lawyer lain. Tentu secara psikologis klien itu dapat kita pahami. Tapi yang sangat tidak bisa saya pahami adalah ada oknum lawyer yang membawa sengketa klien nya ke ranah pribadi. Lawyer seperti ini sangat saya hindari. Apa susah nya kita sebagai rekan sejawat fokus pada masalah hukum klien saja tanpa terlibat dalam pertikaian mereka. Kita tidak tahu kedepannya, bisa jadi kita akan bekerja sama untuk menangani perkara yang sama. Jangan sampai karena menangani perkara, kita malah menambah musuh.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *