GADIS KECIL PENJUAL KALUNG

Kau gadis biasa

Terlahir tanpa meminta.

Sedari kehidupan ini menyambut mu

Dunia sudah tak pernah ramah.

Kau susuri jalan-jalan perkotaan

Diantara debu, terik dan lalu lalang kendaraan.

Senja yang datang, kembali kau menapak dengan letih

Sambil menggenggam untaian kalung yang tak habis terjual.

Angan mu kembali pada semua mimpi-mimpi mu

Tak bersekolah hidup merana.

Gadis kecil penjual kalung

Setiap hari harus berjuang

Dari emperan pertokoan hingga ke lampu merah

Orang-orang tak sudi memandang mu.

Gadis kecil penjual kalung,

Pernah kah kau tahu bahwa kau semestinya punya hak

Hak yang layak dari Negeri mu.

Namun kau tak bersekolah

Hingga keadaan menipu mu sekian lama

Tanpa bisa kau tuntut.

Engkau gadis kecil penjual kalung,

Kau beritahu aku bahwa belum ada keadilan di negeri ini.

 

Denpasar, 28 Juli 2009

HANS KELSEN : TEORI HUKUM MURNI

  Teori Hukum Murni atau dalam bahasa Jerman disebut Reine Rechtslehre, adalah sebuah pendekata…

SEJARAH PROFESI ADVOKAT

  Profesi advokat adalah salah satu profesi tertua di dunia yang telah berkembang seiring perad…

Filsafat St. Agustinus: Memadukan Iman dan Akal

    St. Agustinus, seorang filsuf dan teolog besar dari abad ke-4, dikenal sebagai salah s…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Filsafat

Sastra

Copyright © The Stress Lawyer – 2024