ALTHEA ANASERA LUMONGGA HUTABARAT

Boru ku, Althea Anasera Lumongga Hutabarat. Sama seperti abang nya, dia lahir prematur (belum cukup umur) karena ibu nya mengalami preklamsia. Namun nasibnya jauh lebih baik dari abang nya. Dia lahir di usia 34 minggu, sementara abangnya di usia 27 minggu. Dia bertahan dan abang nya tidak.

Namanya terdiri dari 3 suku kata, yaitu ALTHEA, ANASERA dan LUMONGGA.

ALTHEA berasal dari bahasa Yunani Kuno “λθαία (Althaia) yang artinya “penyembuh” atau “penawar“. Althea juga merupakan nama latin dari bunga mallow yaitu Althaea officinalis. Bunga mallow melambangkan keindahan, kelembutan dan pemulihan, secara simbolis Althea sama dengan “Rose of Sharon” atau Mawar dari Saron yang dikenal sebagai bunga liar dari Palestina yang memiliki fungsi penyembuhan. Secara harfiah ALTHEA dapat diterjemahkan sebagai kesembuhan dari Tuhan.

Aku memilih nama ALTHEA karena makna kesembuhan. Althea hadir di dalam keluarga kami sebagai kesembuhan atas duka yang kami rasakan atas kehilangan anak pertama, yaitu RAGUEL ABISHAI HALOMOAN HUTABARAT.

Selain itu, nama Althea terinspirasi dari puisi yang ditulis oleh penyair Inggris Richard Lovalace (1617-1657) yang ditulis sekitar tahun 1642 yang berjudul “To Althea, from Prison“. Richard Lovalace dipenjara karena perbedaan pandangan politik, hingga lahir lah puisi ini. Puisi ini menjadi simbol kebebasan dan keberanian di tengah-tengah penindasan yang dialami nya.

ANASERA, berasal dari diksi Indonesia. Mungkin tak banyak orang yang mengetahui diksi ini, namun Anasera adalah bahasa Indonesia yang mungkin berasal dari bahasa Sansekerta. Anasera bermakna “Karunia dari Tuhan“. Nama Anasera dipadukan ke nama Althea hingga memiliki makna yang dalam yaitu Kesembuhan yang dikarunikan oleh Tuhan.

LUMONGGA, berasal dari bahasa Batak, yang bermakna “Luas” atau “Lapang“. Nama Lumongga membawa tujuan kelak dia memiliki hati yang lapang, cinta kasih yang luas terhadap sesama makhluk.

Jadi nama ALTHEA ANASERA LUMONGGA HUTABARAT, secara keseluruhan bermakna, “Anak yang membawa kesembuhan dari Tuhan, yang memiliki kelapangan hati dan cinta kasih yang luas.”

Sebagai orang tua, tentu meletakkan banyak harapan di pundak anak-anak nya. Itulah yang terjadi dalam masyarakat kita. Namun aku memilih berbeda, biar lah anak-anak menentukan sendiri tujuan hidup nya. Orang tua cukup membekali anak-anak nya dengan etika dan moral umum, agar kelak tidak menjadi orang yang merugikan orang lain.

Anak lahir di dunia karena keinginan orang tua. Anak tidak pernah meminta untuk dilahirkan, keinginan orang tua lah yang menghadirkan mereka ke dunia ini, jadi jangan tuntut anak-anak mu untuk membalas apa yang telah orang tua berikan. Justru anak berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak dari orang tua nya. Celaka lah orang tua yang hanya bisa beranak pinak namun tak dapat menjamin kehidupan yang layak bagi anak-anak nya.

Althea anak ku. Kelak jalani hidup mu dengan baik. Bebaskan hati dan pikiran mu, lepas dari segala belenggu kekhawatiran dunia. Jadi lah seperti yang kau percaya. Orang tua mu yang terdepan untuk mendukung setiap pilihan hidup mu. Dunia di depan tidak akan baik, semakin hari semakin jahat. Kami meminta maaf jika hidup mu kelak tak baik-baik saja, karena ego kami lah yang menghadirkan mu ke dunia ini. Namun kami percaya, kamu akan menjalani kehidupan ini dengan baik. Terus lah berjalan.

Sebagaimana Puisi “To Althea, from Prison” jadilah bebas, penuh cinta dan setia.

TO ALTHEA, FROM PRISON

(Richard Lovelace, 1642)

When Love with unconfined wings

Hovers within my gates,

And my divine Althea brings

To whisper at the grates;

When I lie tangled in her hair,

And fettered to her eye,

The birds that wanton in the air

Know no such liberty.

When flowing cups run swiftly round

With no allaying Thames,

Our careless heads with roses bound,

Our hearts with loyal flames;

When thirsty grief in wine we steep,

When healths and draughts go free—

Fishes that tipple in the deep

Know no such liberty.

When (like committed linnets) I

With shriller throat shall sing

The sweetness, mercy, majesty,

And glories of my King;

When I shall voice aloud how good

He is, how great should be—

Enlargèd winds, that curl the flood,

Know no such liberty.

Stone walls do not a prison make,

Nor iron bars a cage;

Minds innocent and quiet take

That for an hermitage;

If I have freedom in my love,

And in my soul am free,

Angels alone, that soar above,

Enjoy such liberty.

PERAN ADVOKAT DALAM INDUSTRI 4.0: TANTANGAN DAN PELUANG

  Industri 4.0 merupakan era baru yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital, otomatisasi,…

LAGI-LAGI TENTANG KEMANUSIAAN

Kalau semua tentang alasan kemanusiaan, maka tak perlu lagi tersangka ditahan. Tak perlu lagi ada pe…

MANOMU (MENJEMPUT)

  Salah satu kenangan masa kecil ku yang membekas hingga saat adalah kegiatan “manomu”. Aku tak…

3 tanggapan untuk “ALTHEA ANASERA LUMONGGA HUTABARAT”

  1. Althea sekarang umur berapa bang? Aku pikir Lumonggo (yg model senior) orang Minahasa, ternyata Batak.. Semoga Althea tumbuh menjadi kebanggaan orang tua.. Amin..

    1. Sekarang usia 3 bulan bang. Terima kasih atas doa nya bang

Tinggalkan Balasan ke The Stress Lawyer Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Filsafat

Sastra

Copyright © The Stress Lawyer – 2024