Namaku Alam

Judul

NAMAKU ALAM

Penulis

Leila S. Chudori

Tahun

2023

Penerbit

Gramedia

Cetakan

Cetakan Kelima, November 2023

Sinopsis

Inilah yang kubayangkan detik-detik terakhir Bapak:

18 Mei 1970

Hari gelam. Langit berwarna hitam dengan semburat garis ungu. Bulan bersembunyi di balik ranting pohon randu. Sekumpulan burung nasar bertengger di pagar kawat. Mereka mencium aroma manusia yang nyaris jadi mayat bercampur dengan bau mesiu. Terdengan lolongan anjing berkepanjangan. Empat orang berseragam berbaris rapi, masing-masing berdiri dengan senapan yang diarahkan kepada Bapak. Hanya satu senapan berisi peluru mematikan. Selebihnya, peluru karet. Tak satu pun diantara keempat lelaki itu tahu siapa yang kelak menghentikan hidup bapak.

Di hadapan mereka, kubayangkan, Bapak berlutuk dengan kepala ditutup sehelai karung dan kedua tangannya diikat ke belakang. Bapak tidak akan menunduk; tidak mungkin menangis, meratap, apalagi memohon ampun dan melata. Dia mengucapkan cinta kepada kehidupan tetapi tidak takut kepada kematian.

Terdengan aba-aba, terdengan hitungan. Kemudian senapan-senapan yang dikokang. Tembakan pertama, tembakan kedua, tembakan ketiga, tembakan keempat, semua dengan serempak. Suara kepak sayap burung-burung nasar beterbangan dan anjing-anjing berhenti menyalak. Ranting randu berubah warna menjadi ungu. Bulan bergerak dari balik ranting.

Bapak tergeletak. Sendiri. Sunyi. Burung-burung nasar berputar-putar di langit mendekati bau lezat darah. Perlahan warna merak kental itu mengepung jasad Bapak, membasahi tanah.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *